Langsung ke konten utama

Atas ijinNya tulisan Menjadi Nyata

Pernahkah tulisanmu menjadi kenyataan???
Pernahkah mimpi yang kau tulis menjadi nyata???

Sungguh awalnya ku tak percaya...
jika kita menuliskan banyak mimpi, maka kelak Allah akan mengabulkannya

seperti yang pernah aku dapat saat sekolah menengah atas bahwa ada orang dari suatu perguruan tinggi negeri yang menuliskan sekitar kurang lebih 100 yang aku ingat, lalu satu-persatu tulisan mimpi itu terwujud.

sungguh aku terpana...
amat bahagia...
ada bukti nyata...
ketika kita bersungguh-sungguh maka Allah akan kabulkan...

aku pun mengikutinya...
menuliskan beberapa mimpi besarku dan menempelnya penuh di tembok kamar...
sampai-sampai orang tuaku seakan beranggapan aneh....karena begitu banyak yang aku tempelkan.

"apa maksudnya ini?"
singkatnya tanya orang tuaku.

sedikit demi sedikit aku menjelaskan, tapi tetap saja aku ketika itu masih belum memahami.

Dan dengan bimbingan Allah, aku mulai merubah target hidup...

aku memiliki majalah dinding khusus di kamarku...

dan menuliskan keinginan yang bersifat pencapaian duniawi dan syurgawi...

pelan-pelan...
Allah mengijinkan aku untuk belajar...
melalui anugrahNya, Allah mengijinkan untuk memahami suatu hal...

masih ingat membekas dalam ingatan...
ketika aku tes umum masuk perguruan tinggi negeri,
pulangnya aku dan teman-teman mampir ke sebuah toko buku

niatnya memang hanya baca-baca...
ketika itu aku mengambil buku yang inti didalamnya

"buatlah proposal hidup yang kita ajukan pada Allah"

Dan singkat cerita aku pun dengan ijin Allah membuatnya...

berikut proposal hidup yang aku tuliskan atas ijin Allah...


Sungguh sebelumnya aku memohon maaf..sungguh aku sama sekali tak berniat untuk sombong...

karena sombong hanya Allah yang pantas...dan yang aku lihat Allah pun tak sombong...

maka apa kita hanya seorang hamba biasa layak sombong???

maka dari itu kita bermunajat pada Allah agar dibersihkan dari kesombongan...dan prasangka buruk amin-amin ya Allah

niatku menuliskan ini sungguh bukan ingin riya...
tapi hanya menyampaikan kebaikan yang aku dapat...

jika bermanfaat silahkan bisa dimanfaatkan...
jika belum atau tidak...aku pun tak ada hak untuk memaksa...

bismillah...
inilah 2 jenis proposal hidup yang Allah ijinkan aku untuk membuatnya

Proposal ke-1 

(tidak ada tanggal)
dibuat sekitar tahun 2009 ketika aku keluar dari kebidanan

disini hanya mimpi menuju kedekatan padaNya insya Allah yang aku share...karena mimpi untuk keduniawian menurutku sudah terlalu kurang relevan...

Kata Pengantar

Master piece, everybody is Master Piece

My name is Anita Sumaryani,
seorang muslimah yang bahagia setelah bisa membantu orang lain disaat sedang down.

Terlahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara. Waktu kecil aku adalah seorang anak yang penakut.

Tumbuh, tumbuh, dan tumbuh tidak terasa hampir 19 tahun aku hidup di bumi Allah. 27 Oktober 1990 itu tanggal lahirku. Waktu TK (Taman Kanak-Kanak) aku hanya bersekolah sekitar 7 bulan, karena mamah cape mengantar.

Dalam 19 tahun hidup, 1 peristiwa yang tidak akan pernah aku lupakan yakni ketika belajar di Akademi Kebidanan *******

Beralih ke permasalahan lain, aku merasa dalam hidup ini belum bisa maximal, padahal Nikmat Allah yang diberikan sama aku, sangat maximal dan tak ternilai harganya.

Sungguh aku ingin menjadi sebaik-baik hamba bagiNya. Menjadi alat dan pelayan bagiNya di dunia ini.

Aku berharap Allah selalu melimpahkan rahmatNya padaku, ortu, adik2, guru2, kakek nenek, saudara2,sahabat2 dan muslimin muslimat di dunia.

Agar kami bisa terus mengingatNya di setiap langkah dan terhindar dari kekafiran.-Latar Belakang-
Pendahuluan

Atas dasar tujuan hidup yang hanya mengharap ridhaNya, aku berharap setiap detik berguna dan selalu ingat padaNya.

Setiap apapun yang aku lakukan,
didasari cinta yang tulus padaNya.

Takut akan berbuat maksiat.
Berusaha dan bisa istiqomah dalam menjalankan perintahnya, belajar menjalankan as-sunah. Sebisa mungkin menjadi alat sebagai penolong hambaNya.

*dulu tulisan itu hanya as-sunah tapi pada waktu tertentu saya tambahkan dengan Al-Quran


saya lanjutkan...

Dan berusaha tidak menyiayiakan waktu dan kesehatan ini yang tak ternilai harganya.

Semoga kami termasuk orang-orang yang dicintai oleh Allah dan hamba yang patuh. Amin-Tujuan-

1. Mencapai Ridho Allah di setiap kegiatan

2. Segala niat, karena didasari hijrah pada RasulNya dan Allah

3. MencintaiNya lebih dari apapun, sedalam-dalamnya. Mendasari cinta atas dasar cinta padaNya

4. Selalu menjalani perintahNya

5. Menjauhi larangan-laranganNya

6. Selalu mengingatNya di setiap langkah

7 Selalu ingat meninggal

8. Selalu mendoakan muslimin muslimat

9. Selalu membantu hamba-hambaNya

10. Menjadi alat yang bisa menyebarkan dan menjalankan islam

11. Mencerdaskan generasi-generasi muda islam

12. Menjadi wanita yang sholeha

13. Menjadi anak yang berbakti pada orang tua

lalu saya revisi ketika akhir 2016

ditambah...

14. Menjadi ahli pendidikan

15. Menjadi psikolog muslim

16. Berguna membantu orang yang membutuhkan

17. Membangun peradaban dengan generasi taqwa

18. Membuat sekolah dengan 2 jenis (berbayar dan gratis) agar guru tetap dibayar sama istimewa

19. Menjadi ahli kurikulum berbasis fitrah demi majunya peradaban islam

20. Berkumpul bersama para Nabi, Rasul, Salihin, syuhada di syurgaNya amin ya Allah

Lalu ada bagian
-spesifikasi tujuan-
itu tidak saya dituliskan

itu contoh proposal ke-1
masih dipenuhi pencapaian keduniaan yang lebih banyak untuk di bagian spesifikasi tujuan...

Bersambung *

Mohon maaf lahir dan batin
semoga Allah merahmati kita...dan menaungi kita dalam cahayaNya kelak di kehidupan kedua...

terima kasih atas segala kebaikan...para makhluk yang diciptakanNya...atas segala kebaikan yang bermanfaat hingga saat ini...
wallahu alam...

bersambung Proposal ke-2





wallahu alam
sunggub kebenaran telah datang dan yang batil pasti lenyap..sungguh yang batil pasti lenyap...

(doa setelah tahajud)
qs al isra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masihkah ku mengabaikannya?

Kala mata ini masih dipinjamkan setitik energi dariNya... masih bisa ku buka lembaran cinta dariNya, sebuah kisi-kisi kehidupan yang tak lekang ditelan zaman. Sungguh melekat dalam ingatan, menyatu padu dalam qalbu.

Guratan Terdalam

Sungguh sebenarnya aku seakan tak bisa memulai ini. Memulai kata yang menggambarkan kasih sayang diriMu yang bisa ku tuliskan. Entah darimana aku harus memulai ? karena terlalu banyak luapan perasaan yang tak dapat aku ungkapkan... meski beribu kata telah ku keluarkan.. namun tetap saja itu seakan tak pernah selesai... dan tak benar-benar melukiskan yang ku rasakan. Aku ada disini... sungguh belum lama ku tahu... bahwa aku diciptakan bukan untuk untuk merasakan segala apa yang Kau ciptakan di dunia ini. Bukan juga untuk bersenang-senang. Aku duduk disini sungguh memiliki sebuah pertanggungjawaban, apakah dudukku dalam menuju suatu tempat, ku lakukan karenaMu?... apakah atas dasar niat lain? Apakah hal yang aku lakukan selama aku duduk...adalah hal yang Kau benci? atau adalah hal yang Kau suka dan juga merupakan perintahMu? Aku disini sungguh memikirkan dan merasakan nikmatMu begitu besar. ya...Allah.. Sungguh Engkau hadirkan dua cahaya karuniaMu pada...

Bahagia

Bahagia... Apa dan siapa yang membuat kita bahagia ? Kukira kebahagiaan itu hal yang semu Tapi tak disangka, itu abadi  Menatapi perjalanan penuh liku Dan ternyata Dia selalu di sisi Wahai diri, apa lagi yang ingin ku cari ? Meski perjuangan belum berhenti sampai ajal tersampai pasti. Dia, yang pastinya memiliki semua hal yang aku ingini. Dia, yang begitu memberi kebahagiaan. Pun ku tak mengerti jika bukan Dia yang memberi pengertian ini. Dia, Wahai Rabb pemilik diri. Kebahagiaanku, kebahagiaan kami manusia yang adalah makhlukMu ada padaMu. Bahagia kami adalah berada dekat sekali denganMu. Bahagia kami adalah senantiasa Engkau temani. Perjalanan ini sering kali menakutkan ya Rabb, tapi berubah saat Engkau begitu terasa disisi. Ya Rabb semoga kelak disana nanti, Engkau berkenan membangunkan rumah di sisiMu, dekat denganMu adalah yang paling membahagiakan diri, membahagiakan kami Ya Rabb, ijinkan kami bahagia senantiasa selalu Meski saat ini masih disini,di perjalanan ini, di kefanaa...